Pages

Friday, May 17, 2019

Diburu Kuam Muda, Label Streetwear Lokal Makin Mendunia

loading...

GAYA streetwear telah menjelma menjadi tren fashion kekinian yang banyak diburu anak muda mainstream di kota besar. Merunut sejarahnya, akarnya berasal dari scene skate, surf, dan hip-hop di East dan West Coast Amerika Serikat sepanjang kurun 1980-an hingga 1990-an.

Untuk mengakomodasi pencinta streetwear di Tanah Air, bakal digelar Para- Site, yaitu Indonesiaís International Streetwear, yang akan diselenggarakan pada 23-26 Mei 2019 di The Space Senayan City, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan pembelajaran lini bisnis di industri streetwear dari para ahli di bidangnya masing-masing. Para-Site merupakan event streetwear pertama di Indonesia yang dikurasi dengan baik.

Beberapa kegiatan seru akan dihadirkan, seperti brand exhibition, giveaway, diskusi panel, sneakers auction, workshop, exclusive drop dari brand-brand streetwear berskala global, baik brand lokal maupun internasional, dan kegiatan lainnya. Para-Site juga akan memperkaya pengalaman fisik dan digital kepada khalayak, khususnya pengalaman festival.

Baca Juga:

Event Director Para-Site Dimas Indro mengungkapkan, tujuan diselenggarakan acara ini adalah menyatukan penggemar fashion, sneaker s , musik, seni, dan kultur jalanan dalam satu tempat. “Tidak cuma itu, kami juga ingin mengedukasi orang-orang tentang esensi dari streetwear itu sendiri. Maka itu, untuk tokoh-tokoh dan brand-brand yang ada dalam acara ini memang sudah kami kurasi secara ketat,” tuturnya dalam acara konferensi pers di fX Sudirman, Jakarta, Selasa (14/5).

Para-Site akan menghadirkan tokoh yang berpengaruh di industri streetwear global sebagai pembicara, seperti Guillaume Philibert yang merupakan pendiri brand Filling Pieces dan Masta Lee, mantan Media Director dan Designer Patta, salah satu toko sneakers terkenal di Belanda. Para-Site juga akan menyuguhkan diskusi panel yang diisi artis internasional, seperti Abderrahmane Trabsini dari brand Daily Paper; Arthur Bray dan Eri Yeti dari brand Yeti Out; Woei Tjin, pemilik toko sneaker s terkemuka di Rotterdam, Belanda; dan Andrew dari brand Sandalboyz.

Pada line-up selanjutnya dari live performances , akan ada Jnaro dari De La House, Greybox featuring Ezra Kunze, Lofiindeh, Holly Boogie, dan Reggy P. Tidak hanya itu, Para-Site juga akan menghadirkan aktivasi dan pop-up dari brand streetwear lokal yang sudah dikurasi dengan baik guna menjaga kualitas event ini, seperti Maris, Pot Meets Pop, dan Paradise Youth Club.

Maris adalah clothing brand yang sangat dikenal kalangan skena streetwear di Indonesia. Tidak salah jika Maris merilis koleksi terbarunya atau exclusive drop di event Para-Site. Sementara Pot Meets Pop merupakan denim brand yang terkenal di Indonesia. Brand ini sangat disegani kalangan denim dan streetwear. Adapun Paradise Youth Club adalah sebuah street label yang sangat merepresen - tasikan semangat dan style anak muda terkini.

Saat ini Paradise sudah berada di level internasional. Adapun brand streetwear lokal lain yang akan mengisi dan memeriahkan event streetwear ini di antaranya Elhaus, Capital, Public Culture, Ageless Galaxy, Annas Tribe, Not For People, Cashless, Failure Failure, Perennial Skate Co dan lainnya. Acara ini telah mendapat dukungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) selaku pemberi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

Penyelenggaraan event street-wear ini juga bekerja sama dengan Blibli, XL Prioritas, Kiostix, MLD Spot, Redbull, dan Recharge. Selain brand streetwear, Para-Site akan menyediakan tempat istirahat, makan dan minum untuk mengatasi lapar dan dahaga saat berlangsungnya acara.

(don)

Let's block ads! (Why?)

https://lifestyle.sindonews.com/read/1405052/186/diburu-kuam-muda-label-streetwear-lokal-makin-mendunia-1558081210

No comments:

Post a Comment