Pages

Sunday, February 9, 2020

Roh Mati Paksa Ditunggu Penonton di 3 Negara ASEAN

loading...

JAKARTA - Film bergenre horor garapan sineas Tanah Air semakin disukai penonton negara lain. Terbukti, film berjudul Roh Mati Paksa garapan sutradara Adi Garing sudah mendapat respons positif dari para pengelola bioskop untuk tayang di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Kesuksesan film Pengabdi Setan dan Danur memberikan dampak positif bagi lahirnya film horor berkualitas. Sineas lokal pun mencoba mengemas film horor secara lebih baik dari segi cerita maupun hal-hal lain.

"Awalnya film ini kami beri judul dalam bahasa Inggris karena ingin ditawarkan ke mancanegara. Ternyata kami keliru. Mereka lebih senang menggunakan bahasa Indonesia. Lebih impresif karena terkait budaya misteri di Indonesia," jelas Adi Garing seusai peluncuran poster dan trailer resmi film Roh Mati Paksa di Studio XXI Epicentrum, Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga:

Film yang diproduksi Super Media Pictures dengan produser Unchu Viejay dan Decky Deal itu ingin menampilkan kemasan film yang tak hanya menakut-takuti serta membuat tegang penonton, tapi juga berbau action.

"Saya mencoba memberi kemasan atau sentuhan lain dalam film ini. Selain nuansa horor, saya juga suguhkan adegan action. Dengan adanya adegan perkelahian, film ini akan berbeda dan lebih punya warna," ujar Adi yang saat itu didampingi sejumlah pemain film berjudul lengkap Roh Mati Paksa Cinta Berujung Maut.

Selain itu, dari segi tema pun ditekankan soal kehidupan tanpa kontrol kaum milenial yang begitu erat kaitannya dengan kondisi pergaulan anak muda saat ini. Adi berharap, masyarakat dapat memetik pelajaran dan teredukasi dengan adanya film Roh Mati Paksa.

Bukan rahasia lagi bila saat proses syuting film horor, terkadang terjadi suatu hal yang mistis. Sehingga saat para pemeran banyak yang mengalami kejadian mistis, bahkan kesurupan, hal itu sangat mendukung harapan bahwa film ini bisa dibuat se-real mungkin.

Ada satu kisah yang terjadi di lokasi syuting di sebuah vila kawasan Puncak, Bogor. Vila ini rupanya jarang dihuni, sehingga suasana angker cukup terasa selama proses produksi. Meskipun sudah "dijaga" paranormal, namun tetap kebobolan. Ada beberapa pemain yang konon kerasukan makhluk halus.

Peristiwa tersebut membuat Ratu Sikumbang, pemeran Farah, menjadi ketakutan. Pasalnya, penyanyi pop Minang yang baru pertama kali main film layar lebar itu termasuk penakut. Namun, Ratu bersyukur proses syuting dapat berjalan lancar dan dirinya tidak diganggu oleh penghuni vila.

Pengalaman lain disampaikan Ismi Melinda, mojang Bandung yang mendapatkan peran sebagai paranormal yang melawan orang kerasukan.

"Di sinilah adegan perkelahian diperlihatkan. Jadi, eksyennya bukan fight dengan roh halus, tapi dengan manusia yang kemasukan arwah jahat,” ungkap Ismi.

Adegan perkelahian bukan kali ini saja dilakukan oleh Ismi. Di beberapa film dan sinetron, dia juga pernah melakukannya.

"Saya memang dari kecil sudah belajar silat Sunda. Sampai sekarang masih berlatih. Untuk jaga diri dan olahraga saja, bukan untuk menjadi atlet," jelasnya.

Selain Ismi Melinda dan Ratu Sikumbang, film ini menghadirkan pula Gabriella Larasati, Arnold Leonard, Natalie Zen, Robert Chaniago, dan Ahmad Pule.

(tsa)

Let's block ads! (Why?)

https://lifestyle.sindonews.com/read/1521490/158/roh-mati-paksa-ditunggu-penonton-di-3-negara-asean-1581241193

No comments:

Post a Comment